jump to navigation

About

Pembentukan Dewan Hortikultura Nasional (DHN) diinisiasi swaktu pertemuan di Ditjen Hortikultura pada tanggal 7 Agustus 2007 yang dipimpin langsung oleh DR. Ir. Ahmad Dimyati MS (Dirjen Hortikultura). Dalam pertemuan ini telah disepakati bahwa perlu membentuk suatu lembaga independen yang dapat menggerakkan partisipasi masyarakat dan berbagai pihak dalam pengembangan hortikultura.  Dalam rangka mewujudkan ini, maka Ditjen Hortikultura akan berupaya mengumpulkan stakeholders hortikultura untuk merumuskan bentuk organisasi dan kepengurusannya, serta memfasilitasi adanya sekretariat bersama.

Kelembagaan hortikultura yang akan dibentuk diharapkan dapat berperan untuk menjembatani  kepentingan pelaku usaha hortikultura (petani dan pedagang)  melalui  pengembangan   jaringan informasi, pelayanan, koordinasi dan kerjasama serta dapat mempersiapkan SDM dalam rangka pengembangan IPTEK dan usaha di bidang agribisnis hortikultura.  Selanjutnya Kelembagaan hortikultura tersebut akan menjadi mitra pemerintah dalam metumuskan kebijakan pengembangan hortikultura di Indonesia.

Pertemuan lanjutan telah dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta, pada tanggal 12-13 Desember 2007. Pertemuan ini telah dihadiri oleh sebanyak ±150 orang terdiri dari pelaku usaha agribisnis hortikultura, petani Hortikultura, Asosiasi/kelembagaan komoditas, LSM, swasta, peserta pusat dan instansi terkait. Sasaran pertemuan ini adalah terbentuknya organisasi yang dapat menjembatani kepentingan pemerintah dan swasta sebagai pelaku usaha hortikultura dan kelembagaan hortikultura nasional sebagai wadah aspirasi pelaku usaha agribisnis hortikultura nasional diberbagai sub sektor.

Dalam sidang pertemuan ini telah dibentuk formatur organisasi DHN yang terdiri dari; Tatang Hadinata ( PT Saung Nirwan), Elda D Adiningrat ( ASBENINDO), Suroso Subagio (Petani Buah), M Gunung Sutopo (Sarana Produksi), Heri Firdaus (Petani Center), Hengky T Heksanto (IALI), M. Noerhadi Sudjoni (Petani Sayur), Erwin Elias (HUKEI Pusat ), Heri Cahyono (APETOI ), Hartono Candra (APETOI ), Karen Sjarief (ASBINDO), Ahmad Dimyati (Ditjen Hortikultura), Helen Soegandhi (Petani Buah), dan Benny A Kusbini (Pelaku Perdagangan Hortikultura).  Hasil Sidang Formatur Pengurus Kelembagaan Hortikultura Nasional  telah berhasil menetapkan kerangka organisasi Dewan Hortikultura Nasional (DHN), yang dibuat berdasarkan pendekatan fungsi yang diwujudkan dalam bentuk Bidang di dalam organisasi DHN, yaitu; 1) Advocasy, 2) Kerjasama antar Lembaga, 3) Monoter dan Fiskal, 4) Promosi dan Perdagangan, 5) Pengembangan SDM, 6) Penelitian dan Pengembangan, dan 7) Informasi dan Komunikasi.  Tentunya juga dipimpin oleh Ketua Umum yang didampingi oleh Ketua Harian.  Disamping itu juga dilengkapi dengan Sekjen, Sekretaris Eksekutif dan dewan Penasehat.

Dalam pertemuan ini juga telah sepakat menunjuk atau mengangkat  Ir. Benny A. Kusbini dari Mitra Tani  dan bergerak dibisnis perdagangan hortikultura sebagai Ketua Harian DHN. Dalam pertemuan ini juga telah berhasil menyusun rencana tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk mendukung pembangunan hortikulktura, yaitu;
  1. Kajian terhadap kebijakan yang ada dalam rangka penyusunan program
  2. Merumuskan implementasi UU Penyuluhan
  3. Merumuskan revisi UU Sistem Budidaya
  4. Pengembangan Sistem Informasi Hortikultura
  5. Mengadakan Forum Komunikasi Langsung secara berkala
  6. Melakukan lobby-lobby ke pihak perbankan, perdagangan, pengolahan hasil, pemasaran, eksportir, dll
  7. Membentuk lembaga Bantuan Hukum di bawah Dewan
  8. Membangun media informasi bagi Dewan (tabloid/buletin, leaflet)
  9. Mempelopori gerakan penggunaan dan konsumsi produk hortikultura dalam negeri
  10. Melakukan lobby-lobby untuk pembatasan obat-obatan
  11. Program terfokus, khususnya tentang perbenihan, pengembangan pertanian organik dalam mendukung Go Organic 2010, dan penanganan pasca panen.

Beberapa hal yang telah disepakati dalam pertemuan ini antara lain; 1) Pelaku pasar induk supaya dimasukkan ke dalam kepengurusan Dewan, 2) Menetapkan dan melengkapi personel pengrusus DHN dengan kriteria antara lain: punya persepsi yang sama dalam pembangunan hortikultura, berkualitas, bermental (pinter, bener, kober) dan punya sikap melayani, 3) Dalam rangka kesinambungan, bila ada pertemuan-pertemuan lanjutan, maka personel yang hadir dalam pertemuan di Bidakara akan diundang kembali, 4) Dewan supaya selalu diikutkan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan hortikultura, 5) Berita pembentukan Dewan ini disebar luaskan dan dimasukan dalam berita media media masa, seperti Trubus, Sinar Tani, Agrina, dll.  Disamping itu Formatur perlu membuat laporan kemajuan DHN selama satu tahun, termasuk penyusunan dewan daerah dan rencana kongres.

Terbentuknya organisasi ini diharapkan akan dapat menjembatani kepentingan pemerintah dan swasta sebagai pelaku usaha hortikultura dan kelembagaan hortikultura nasional. DHN juga hendaknya dapat dijadikan sebagai wadah berbagai asosiasi hortikultura dan pemangku kepentingan lain dalam agribisnis hortikultura. Fungsinya dapat memayungi dan mengakomodir semua kepentingan yang bersifat nasional dari berbagai wilayah dan komoditas, sehingga memberikan kontribusi dalam mengatasi permasalahan yang bersifat nasional.

(sumber: http://www.hortikultura.deptan.go.id/index.php?Itemid=214&id=109&option=com_content&task=view)

Comments»

1. Chairul A.Halim - March 29, 2010

PERMASALAHAN / USULAN

Saya sangat berterima kasih dan bersyukur terbentuknya Konsorsium Hortikultura
dimana semua steakholder terliobat mulai dari Pemerintah, Kementrian Pertanian, baik dipusat maupun yang aada di Daerah, Perguruan Tinggi, Pengusaha Besar, Menengah dan Kecil / Home Industri yang mengolah Hasil pertanian / Hortikultur yang mana dapat memecahkan permasalahan baik dihulu maupun dihilir dalam rangka pengembangan Hortikultura.Terima kasih yang tak terhingga kpd Dinas Pertanian Tkt 1 Sulsel yg selalu mengikutkan produk kami disetiap pameran2 sehingga mendapat penghargaan dalam bidang Penerap Jaminan Mutu Hortikultuira 2009 oleh Wakil Preiden

Permasalahan :

1. Pada umumnya permodalan industri kecil /home industri itu sangat terbatas sekali, modal yang ada terfokus untuk produksi seperti pengadaan bahan baku , gaji karyawan, gula pasir, kemasan dan bahan baku penolong.

2. Industri kecil / Home Industri sama sekali tidak punya dana untuk pameran dan promosi, tidak pernah ada sejarahnya dari pihak bank atau pihak BUMN/Bank memberikan pinjaman kepada industri kecil untuk promosi, hanya sekali-sekali diajak pameran untuk mempromosikan barangnya.3.

3. Berbeda dengan Pengusaha menengah ke atas yang memiliki modal ratusan juta bahkan milyaran, mereka mampu untuk menyisihkan dana untuk pameran dan promosi4.

4. Setiap ada pameran-pameran betul produk kami sering diikutkan minimal contoh-contoh barang, tapi pelaku usahanya tidak penah dibawa, bisa ikut tapi mulai dari transportasi dan akomodasi tanggung sendiri, hal yang tak mungkin bisa dilakukan oleh pelaku usaha kecil / home industri.

5. Yang jadi pertanyaan, jika ada pengunjung yang serius mau membeli produk atau mau bermitra , siapa yang bisa menjelaskan produk yang dipamerkan jika pelaku usahanya tidak tampil di pameran tsb, dari instansi terkait tidak mampu menjelaskan secara detail tentang produk yang dipamerkan mulai dari kwalitas produk, kapasitas produk, harga produk, bagaimana cara pembayaran dan kapan penyerahan barang dll, kami sendiripun walaupun ikut pameran belum tentu jadi jaminan akan dapat mitra / buyer

Usulan :

1.Setiap ada rencana proyek atau pengembangan hortikultura kiranya pelaku usaha baik besar, menengah atau kecil kiranya harus duduk bersama dengan Instansi terkait untuk membahasnya, paling tidak, ada masukan-masukan sesuai pengalaman yang dialami oleh pelaku usaha, tiap institusi tidak lagi jalan sendiri-sendiri dan, tidak perlu lagi ada staff dari instansi terkait yang mendominasi sebagai penjaga stand pameran tapi diganti dengan para pelaku usaha.

2.Tolong dilibatkan juga dari Direktorat P2HP untuk pengembangan pasar.

Demikian penyampaian, kami atas perhatianya kami ucpkan banyak terima kasih,

Hormat kami,

Chairul A.Halim
Pemilik

Markisa Cemerlang
Jl.Abdul Kadir-Hartaco Indah
Blok 1AG no.9 Makassar.
Tlp : 0411-869322
Fax : 0411-883126
Flexi : 0411 3797283
Hp : 0811 443 452
Email : chhalim@indosat.net.id


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: